Rabu, 08 Juni 2011

Sabar : Seorang Tuna Daksa Yang Siap Taklukkan Kilimanjaro

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng sangat bangga dengan prestasi yang diukir oleh Sabar (43), penyandang cacat (tuna daksa) yang akan mendaki gunung Kilimanjaro dan Elbrus pada Juli dan Agustus mendatang.

Hal ini diungkapkan Menpora saat Sabar menyampaikan rencana pendakiannya di Kantor Kemenpora Selasa (7/6) siang.

"Luar biasa. Saya sangat bangga," gumam Andi saat memegang kepingan logam emas milik Sabar, medali penghargaan dari Asian Federation of Sport Climbing atas prestasinya dalam Chun Cheon International Leisure Games 2009 di Chun Cheon Korea, 27-30 Agustus 2009.

"Terimakasih, Pak," ujar Sabar menanggapi pujian yang diberikan Menpora, Seperti dilansir laman Kemenpora.

Siang itu, Menpora didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, James Tangkudung dan Asisten Olahraga Layanan Khusus, Fatimah, serta Staf Ahli Informasi, Sakhyan Asmara.

Dalam kesempatan itu, Sabar datang bersama rombongan yang terdiri dari Budi Cahyono, Ketua Pecinta Alam Carter Indonesia-Bulungan dan Dar Edu Yoga selaku Ketua Panitia.

Sabar bercerita tentang persiapannya menuju Kilimanjaro dan Elbrus. Rencananya, bapak dari Novalia Ekasatria (9) dan suami dari Leni Indria (34) ini akan berangkat ke Kilimanjaro pertengahan bulan Juli mendatang.

Dengan keterbatasannya, pria yang hanya mempunyai kaki kiri ini akan mendaki gunung setinggi 5895 meter. Di sana, dia akan memancangkan bendera Merah Putih.

Selama sebulan penuh, perjalanan ini akan dilanjutkannya ke gunung Elbrus di ketinggian 5642 meter. Dan tepat saat Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, bendera Merah Putih juga akan ditancapkan di puncak gunung Elbrus.

Banyak persiapan yang dilakukannya. Salah satunya menyiapkan tongkat khusus yang dilengkapi cangkram dan tripot untuk memudahkannya mendaki dan turun gunung. Tentu, persiapan peralatan dan keperluan sehari-hari juga akan dibawa.

Upaya Sabar ini akan membuat dunia berdecak kagum. Mungkin, Sabar adalah satu-satunya penyandang tuna daksa yang berhasil mendaki puncak gunung Elbrus.

Pria yang sehari-harinya membuka usaha menjahit dan warung makan Mapala (Makan Pake Lauk Aja) di Kawasan Jebres Rt 03/16 Gendingan Solo Jawa Tengah ini mengaku terus bersemangat menjalani hidup setelah kecelakaan kereta api barang tujuan Jakarta-Solo di tahun 1990 merenggut kaki kirinya.

Dorongan dan semangat para sahabat membuatnya terus bangkit dan tidak mau kalah atas kekurangan dirinya. Dia bangkit dengan mulai mendaki puncak gunung Lawu dan terus berkeliling ke Gunung Rinjani, Semeru dan Merapi.

Dan kini, tujuan pria yang setiap pagi berolahraga sepeda ini akan mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia.

Sementara itu, Menpora mengatakan siap mendukung Sabar. Selain doa dan semangat agar tetap menjaga diri, Andi juga mengatakan bahwa sejumlah fasilitas dari Kemenpora akan diberikan.

"Kita semua sangat mendukung apa yang telah dan yang akan dilakukan Bung Sabar. Anak-anak Indonesia, walau ada keterbatasan, tetap mampu meraih mimpi, mampu meraih prestasi. Semua anak Indonesia pasti bisa dan insyallah akan membanggakan. Kita berharap semakin banyak anak-anak Indonesia yang meraih prestasi hingga mencapai di tingkat dunia dan melampaui keterbatasan masing-masing," ujar Andi.

"Bantuan yang diberikan, selain doa bersama seluruh rakyat Indonesia, juga fasilitas. Ini sedang dibicarakan, apa saja yang difasilitasi. Walau tidak semua, paling tidak bisa membantu," kata Menpora. (c8/lik)

08 Jun, 2011


--
Source: http://wartapedia.com/olahraga/lain/3728-sabar--seorang-tuna-daksa-yang-siap-taklukkan-kilimanjaro.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar