Rabu, 21 September 2011

Politisi Sukabumi

Politisi Sukabumi


Freddy : Harus Usung Kader Internal Demokrat

Posted: 19 Sep 2011 09:49 PM PDT

CIKOLE – Kemenangan pada Pemilukada 2013 adalah harga mati bagi Partai Demokrat. Apalagi dengan label pemenang pemilu 2009 maka partai berlambang Bintang Mercy ini jelas sangat diunggulkan. Namun belakangan di Kota Sukabumi disebut-sebut belum ada figur yang digadang-gadang bakal diusung PD. Suara dari kader PD pun mulai muncul, yaitu berharap PD mengusung figur dari internal partai sendiri.Hal itu dikatakan Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Demokrat, Freddy. 

Menurutnya, memang mutlak PD menang pada Pemilukada mendatang, tapi lebih wajib lagi PD mengandalkan figur atau kader partai sendiri untuk diusung sebagai F1. "Calon walikota Demokrat harus kader PD sendiri," tegas Freddy.Namun dikatakan Anggota DPRD Kota Sukabumi dari PD, Freddy sampai saat ini pihak DPC PD masih menunggu Musda dan Muscab PD. "Kemungkinan PD masih menunggu musda dulu. Baru nanti setelah musda pengurus baru memutusan siapa yang akan diusung oleh PD," ujarnya kepada Radar Sukabumi. 
Helatan musda dan muscab PD sendiri rencananya akan digelar awal 2012 mendatang. Kondisi inipun nampaknya akan membuat masyarakat harus menunggu, sampai keputusan itu akan dikeluarkan.Meski demikian, Freddy mengharapkan untuk pesta demokrasi yang nanti akan dihelat di Kota Mochi ini, partainya mengusung calon dari internal untuk memenangkan pemilu kada nanti. "Ini mungkin harapan saya dan kader PD lain untuk mengusung calon dari internal partai," sambungnya. 
Kemenangan menurut Freddy memang capaian yang sangat penting bagi partai manapun. Makanya, dengan mengusung calon dari internal akan memudahkan partainya untuk terus mengawasi selama kepemimpinannya dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama dalam aspek pembangunan dan lain sebagainya. "Kalau dari internal, secara kewenangan partai kita bisa mengawasi. Makanya para kader mengharapkan, partai mengusung internal daripada mengusung dari luar partai," pungkasnya.(rp4)

Pembangunan Gedung Baru DPRD Kota Dilanjutkan

Posted: 19 Sep 2011 09:47 PM PDT

CIKOLE – Anggota DPRD Kota Sukabumi makin gerah saja berkantor di gedung lama Jalan Juanda (Gedung Juanda). Apalagi dengan adanya pembangunan gedung baru di Cibeureum sejak 2009 lalu namun sudah hampir dua tahun tidak ada kelanjutan pembangunan. Makanya, untuk merealisasikan keinginan wakil rakyat menghuni gedung baru, tahun ini para anggota dewan akan menggenjot pembahasan agar kelanjutan pembangunan Gedung DPRD yang beralamat di Jalan Sarasa (Gedung Sarasa) itu terealisasi tahun depan. 

Politisi senior Partai Demokrat, yang juga anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet mengaku kelanjutan pembangunan gedung baru itu memang menjadi salah satu perioritas proyek agar digolkan tahun depan. Alasannya, selain karena gedung lama kurang laik dan nyaman sebagai tempat berkantor anggota dewan, kelanjutan pembangunan Gedung Sarasa juga disayangkan jika tak kunjung dilanjutkan. "Soalnya sudah ada pembangunan tahap pertama, yaitu penataan lingkungan termasuk pagar gedung. Masa cuma sampai di situ. Mana bangunan utamanya?" ujar Henry, kemarin. 
Sekadar mengingatkan pembangunan Gedung Sarasa ini sempat terhenti lantaran tersangkut kasus korupsi. Proyek penataan lingkungan gedung DPRD itu menyeret lima oknum ke meja hijau yang kemudian semuanya divonis bersalah oleh majelis hakim. Kini setelah dua tahun kasus itu berlalu, anggota dewan berniat melanjutkan realisasi pembangunan Gedung Sarasa. "Memang kita tidak menutup diri pembanguan tersebut ada masalah. Namun apakah karena itu pembangunan dihentikan," sambungnya. 
Di Gedung Juanda sekarang, hanya memiliki Ruang Rapat Paripurna, Ruang Komisi satu sampai tiga, Ruang tiga unsur pimpinan, Sekretaris dewan dan staf lainnya. Kondisi inilah yang memang membuat pembangunan Gedung Sarasa, menjadi skala prioritas.Jika mendapat kesepakatan semua pihak, maka kelanjutan pembangunan gedung sarasa akan dianggarkan pada APBD 2012 mendatang. "Kemungkinan memang kita akan usulkan pengalokasian kelanjutan pembangunan pada APBD murni mendatang," pungkasnya.(rp4)

2011, Pembangunan Inprastruktur Kota Stagnan

Posted: 19 Sep 2011 09:44 PM PDT

CIKOLE – Pembangunan di Kota Sukabumi dalam setahun terakhir cenderung stagnan. Hal ini karena alokasi anggaran untuk pembangunan fisik memang sangat sedikit, hanya sekitar tujuh persen dari total APBD 2011 yang dialokasikan untuk belanja modal.Minimnya pembangunan yang menggunakan dana APBD ini bisa terlihat di Kota Sukabumi sekarang. Nyaris tidak ada pembangunan fisik yang menonjol, kalaupun ada hanya perbaikan infrastruktur. Pengalokasian APBD 2011 lebih banyak untuk membiayai pegawai (Belanja Pegawai). Hampir 60 persen dana dari APBD terserap untuk menutupi gaji para pegawai. 

"Untuk anggaran tahun 2011, dari hasil rapat badan anggaran memang menunjukan tingginya angka pembiayaan terhadap pegawai," ujar Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman kepada Radar Sukabumi, kemarin.Jumlah tersebut jelas sangat tinggi dibanding dengan belanja modal yang dialokasikan. Dengan itu, Aep menilai harus ada efesiensi anggaran yang dialokasikan untuk pegawai pada APBD 2012 mendatang. Sehingga, pengalokasian anggaran untuk belanja modal bisa ditingkatkan. 
"Untuk tahun ini tidak ada pembangunan yang dilanjutkan. Memang ini diakibatkan anggaran terlalu banyak terserap untuk belanja pegawai. Makanya, di samping harus ada efesiensi anggaran, harus juga dibarengi dengan optimalisasi para pegawai yang sudah ada," sambungnya.Optimalisasi ini harus dijalankan agar pelayanan terhadap masyarakat tidak berkurang. Apalagi dengan melihat dana yang diserap. "Ini harus menjadi perhatian. Jangan sampai, alokasi anggaran besar tapi pelayanan terhadap masyarakat kurang," pungkasnya.(rp4)

Ajo : Politisi Lebih Cocok Pimpin Kota Sukabumi

Posted: 19 Sep 2011 09:41 PM PDT

CIKOLE – Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman memiliki pandangan berbeda soal figur yang laik dan mampu membawa perubahan lebih baik untuk Kota Sukabumi. Jika selama ini beberapa pengamat politik mengagung-agungkan kemampuan kalangan birokrat sebagai figur yang paling berkompeten memimpin Kota Sukabumi, maka menurut pria yang akrab dipanggil Ajo ini justru kalangan politisi lebih cocok ketimbang birokrat.Alasannya sederhana, birokrasi di Pemkot Sukabumi sejauh ini sudah baik sehingga tidak butuh figur berlatang belakang birokrat sebagai pemimpin, tapi politisi. 
Menurutnya, Kota Sukabumi butuh lobi-lobi tingkat tinggi untuk mendatangkan anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan ke depan. "Itu bisa dilakukan oleh politisi," kata Aep menanggapi pernyataan sejumlah pengamat soal kekuatan birokrat di Pemilukada mendatang."Untuk tataran birokrasi, kita sudah mempunyai tim penyusun anggaran yang sangat bagus yang didukung dengan SKPD yang juga mumpuni. Buktinya, pemkot berhasil meraih penghargaan lakip," ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi, kemarin (18/9). 
Dengan kemampuan penataan birokrasi saat ini, Aep mengatakan pemimpin Kota Sukabumi ke depan butuh sosok yang mempunyai jiwa visioner dan memiliki kemampuan inovasi dalam membangun Kota Sukabumi. Apalagi, dengan kondisi geografis Kota Sukabumi yang nol sumber daya alamnya. "Kita tidak mungkin hanya mengandalkan DAU dan DAK untuk menggenjot pembangunan Kota Sukabumi. Butuh inovasi dan jaringan yang kuat dengan pemeritah provinsi dan pusat. Sehingga, pembangunan yang dilakukan di Kota Sukabumi menjadi bagian dari program provinsi dan pusat. Ini yang bisa dilakukan oleh seorang politisi," sambungnya. 
Kendati demikian, Aep menegaskan pendapatnya tersebut bukan didasari karena ketakutan politisi kalah terhadap birokrasi pada Pemilukada 2013. "Ini adalah ril kebutuhan Kota Sukabumi saat ini," terangnya. 
Pengamat ekonomi dan politik, Agus Sobar berpendapat tidak penting latar belakang figur calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, birokrat ataupun politisi sama saja. Yang penting, calon pemimpin Kota Sukabumi mendatang harus memiliki tiga hal.
Pertama, memiliki integritas dimana kejujuran merupakan faktor penting untung pengembangan Kota Sukabumi. Selanjutnya, kapasitas dan yang terakhir elektabilitas. "Tinggal pemimpin kedepan memenuhi tiga komponen tersebut. Maka, apa yang menjadi harapan bisa tercapai," terangnya. 
Menurutnya, tidak mutlak seorang calon yang berlatar belakang birokrasi bisa mengembangkan Kota Sukabumi. Agus mengatakan PR terbesar yang akan dihadapi oleh pemimpin Kota Sukabumi ke depan adalah masalah peningkatan daya beli masyarakat. Sampai saat ini, perputaran ekonomi hanya terjadi di pusat kota saja. 
"Butuh inovasi dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Bagaimanapun, parameter Indeks Pembangunan Masyarakat dilihat dari tiga faktor. Yakni, pendidikan, kesehatan dan daya beli," pungkasnya.(rp4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar