Politisi Sukabumi |
- Jabatan Anggota KPUD Kota Diperpanjang
- KPUD : Anggaran 8 Milyar Tidak Rasional
- Iwan Kustiawan Didesak Dampingi Mulyono
- Bang Yos Ingin PKPI Usung Calon Walikota
- Fraksi Golkar Desak Andri Maju Jadi Balon Walikota
| Jabatan Anggota KPUD Kota Diperpanjang Posted: 14 Oct 2011 04:06 AM PDT Citamiang - Masa jabatan Komisi Pemilihan Umum Kota Sukabumi, sebentar lagi akan berakhir. Oktober 2012 mendatang masa jabatan anggota KPU Kota Sukabumi dipastikan berakhir. Namun, yang menjadi permasalahan pada pertengahan 2012 sampai awal 2013 merupakan perhelatan Pemilukada Kota Sukabumi. Sehingga jika dilakukan pergantian di tengah jalan akan menimbulkan masalah dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Kemungkinannya, masa jabatan anggota KPU Kota Sukabumi sekarang akan diperpanjang sampai berakhirnya Pemilukada.Selain itu, pembahasan Undang-undang Pemilihan Umum yang sudah disepakati dan tinggal ketok palu oleh DPR RI baru dalam tahap pengesahan. Meski begitu, Ketua KPU Kota Sukabumi, Anton Rachman mengatakan Peraturan Perundang-undangan Pemilihan Umum dan terkait masa jabatan KPU Kota Sukabumi tidak akan berpengaruh.Anton menjelaskan, dalam UU Pemilihan Umum yang masih menunggu pengesahan tersebut, terdapat pasal yang mengungkapkan jika ada KPU yang habis masa jabatannya sementara sudah memasuki tahapan pemilukada, akan diperpanjang dan berakhir setelah dua bulan dilantiknya kepala daerah terpilih. "Memang KPU Kota Sukabumi akan berakhir Oktober 2012. Tapi, dalam Pasal 131 UU Pemilihan Umum pengganti UU nomor 22 Tahun 2007 sudah sangat jelas kalau kita dalam tahapan pemilukada bisa diperpanjang," ujarnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (10/10).Apalagi, untuk proses tahapan implementasi dari UU yang baru masih membutuhkan waktu. Karena, sampai saat ini belum ada pengesahan dari DPR RI. Meski begitu, seandainya pun pada pertengahan 2012 sudah disahkan, ada mekanisme untuk implementasinya. "Setelah ada pengesahan, selama lima bulan setelah disahkan ada pembentukan KPU pusat. Selanjutnya, KPU Pusat membentuk KPU provinsi yang bisa memakan waktu sekitar tiga bulan baru nanti setelah KPU Provinsi terbentuk akan membentuk KPUD. Dari rangkaian ini, jelas untuk KPU Kota Sukabumi tidak akan terkejar, karena sudah melakukan tahapan pemilukada," pungkasnya. Di samping itu, kalaupun nanti ada pergantian kepengurusan KPU Kota Sukabumi pada saat sudah memasuki tahapan pemilukada, akan berdampak pada mekanisme pemilukada yang bisa jadi mengalami hambatan. "Kalau dipaksakan diganti akan terjadi masalah pada masa transisi yang bisa berdampak pada kualitas pelaksanaan pemilukada," terangnya.(rp4) |
| KPUD : Anggaran 8 Milyar Tidak Rasional Posted: 14 Oct 2011 04:03 AM PDT Citamiang – Rencana alokasi anggaran senilai Rp 8 Miliar yang dicanangkan Pemkot Sukabumi untuk kegiatan Pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang, dinilai tidak memadai. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Anton Rachman anggaran tersebut sangatlah tidak rasional."Kita akan tetap menjalankan mekanisme Pemilukada berapapun anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah daerah. Namun, rasionalisasi dari jumlah yang dialokasikan harus jelas," ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi. Melihat jumlah tenaga teknis dan perlengkapan yang akan digunakan dalam pemilukada mendatang, jumlah yang direncanakan sangatlah tidak rasional. Sehingga, nantinya bisa berdampak pada kualitas pemilukada. "Kita sangat menyayangkan kalau alokasinya tidak melihat perhitungan pada tataran teknis nanti," sambungnya.Dari perbandingan untuk alokasi pemilukada sebelumnya, KPU Kota Sukabumi menghabiskan dana Rp 7,5 Miliar ditambah persiapan anggaran untuk putaran kedua Rp 2 Miliar jadi total keseluruhan mencapai Rp 9 Miliar. Sementara, kalau anggaran saat ini hanya dialokasikan Rp8 Miliar untuk keseluruhan tahapan dari awal sampai perkiraan putaran kedua jelas sangat jauh. "Perbandingannya, antara Pemilukada sebelumnya dengan sekarang jelas berbeda. Mulai dari penambahan jumlah penduduk sampai biaya untuk para pegawai KPPS, KPPA. Kami pun masih menunggu undangan dari Pemda Kota Sukabumi untuk pembahasan masalah ini. Nanti, kami akan jelaskan seperti apa, sehingga kenapa kita mengajukan anggaran Rp 19 Miliar," terangnya. Selain itu Anton mengatakan, pengajuan Rp 19 Miliar jelas dengan perhitungan matang. "Kita lihat Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Dari pemilukada yang sudah dijalankan, kenaikannya mencapai 200 persen yang awalnya menghabiskan anggaran Rp15-16 Miliar, naik menjadi Rp 43-45 Miliar," pungkasnya.(rp4) |
| Iwan Kustiawan Didesak Dampingi Mulyono Posted: 14 Oct 2011 03:59 AM PDT Cikole - Nama mantan Wakil Walikota Sukabumi, Iwan Kustiawan dipercaya masih memiliki magnet dan kekuatan untuk bertarung pada Pemilukada 2013 mendatang. Faktor pengalaman dan kapasitasnya sebagai figur yang tahu seluk beluk masalah Kota Sukabumi membuat Aliansi Masyarakat Peduli Sukabumi (AMPI) dan Forum Badan Kesewadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Warudoyong berharap Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi itu mencalonkan diri.Kedua forum tersebut terang-terangan meminta Iwan maju kembali sebagai kepala daerah. Bahkan, disebutkan Iwan adalah figur yang pas mendampingi Mulyono yang saat ini menjabat Wakil Walikota Sukabumi. Desakan itu muncul karena menurut mereka, Kota Sukabumi masih membutuhkan calon kepala Daerah yang faham kebutuhan masyarakat Kota Sukabumi dan merkayat.Ketua AMPI Kota Sukabumi, Beni Suwaryo menuturkan, pengalaman Iwan dalam membangun dan menata daerah ini juga tak perlu diragukan. Sebab, ia adalah putra asli Sukabumi. Secara otomatis dia tahu seluk beluk yang ada dan terjadi di sini. "Jadi, kenapa tidak, PDIP sudah selayaknya mempertimbangkan untuk mencalonkan Iwan kembali," katanya.Untuk Duet yang diharapkan dalam Pemilikada nanti Iwan bisa mendampingi Mulyono pasalnya keduanya punya nilai lebih dalam hal figuritas dan kapasitas baik dari pengalaman kedaerahan dan kepemimpinan. "Saya ingin Pak Iwan bisa dampingi Mulyono, F1 pak Mulyono dan F2 pak Iwan," terang Beni. Pernyataan serupa disampaikan Ketua Forum BKM Warudoyong, Agung yang menilai pasangan birokrat dan politisi ini merupakan pasangan kepala daerah yang dibutuhkan Kota Sukabumi. Walaupun untuk pasangan duet sepenuhnya diserahakn kepada internal partainya, namun menurutnya pasangan Mulyono-Iwan dianggap paling ideal memimpin Kota Sukabumi ke depan. "Saya berharap pak Iwan untuk bisa maju mendampingi pak Mulyono dan kami akan mendesak agar PDIP bisa merekomendasikan maju kembali sebagai kepala daerah," pungkas Agung.(rp10) |
| Bang Yos Ingin PKPI Usung Calon Walikota Posted: 14 Oct 2011 03:55 AM PDT Cikole - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia, Sutiyoso berharap DPK PKP Indonesia Kota Sukabumi berkoalisi dengan partai besar untuk mengusung figur calon walikota dan wakil walikota pada Pemilukada 2013 mendatang. Meski merupakan partai non parlemen namun pria yang akrab disapa Bang Yos ini menghendaki partainya menjadi bagian dari pemenang Pemilukada 2013 nanti.Demikian dikatakan Bang Yos saat safari politik PKPI di Gedung Juang '45, kemarin. Dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode ini, PKPI mencermati pelaksanaan pemilukada yang akan dihelat dalam waktu dekat. Termasuk di Jawa Barat yang salah satunya adalah Kota Sukabumi. "Kami akan menganalisa soal figur yang akan maju. Jika hasil survei dan pertimbangan partai menilai laik diusung, maka itu yang akan kami dukung. Di Kota Sukabumi, saya berharap PKPI jadi bagian koalisi pemenang suksesi itu nantinya," jelas Sutiyoso. Sementara itu terkait safari politik yang dilakukannya di Kota Sukabumi, Bang Yos menjelaskan ini merupakan rangkaian kunjungannya ke sejumlah daerah di Indonesia untuk melakukan konsolidasi internal partai. Merapatkan barisan menghadapi pemilihan legislatif 2014, sekaligus memperkenalkan keberadaan Bang Yos sebagai ketua umum yang baru PKPI. "Target kami ingin memenuhi persyaratan Partai Politik Peserta Pemilu (P4)," katanya.Dalam konsolidasi yang dihadiri lima DPK PKPI itu, masing-masing Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kota dan Kabupaten Bogor serta Kabupaten Cianjur, Bang Yos menargetkan pemenuhan persyaratan P4 di semua tingkatan. Bahkan targetnya lebih tinggi dari syarat. Sesuai persyaratan P4, di tingkat provinsi setaip partai baru bisa lolos jadi peserta pemilu jika memiliki kader dan sekretariat di semua provinsi. Tingkat kota/kabupaten harus 75 persen, sementara di tingkat kecamatan 50 persen. "Tapi saya berharap semuanya bisa 100 persen, mulai tingkat kecamatan sampai provinsi," tegas Bang Yos yang mengakui Jabar akan menjadi basis massa PKPI. Disinggung soal targetnya di pemilihan presiden, Bang Yos menegaskan itu target kedua, yang utama adalah pileg. "Soal pilpres ini akan akan saya pertimbangkan kemudian," ujarnya diplomatis.Sementara itu, Ketua DPP PKPI Jabar Suratman bertekad mewujudkan target Bang Yos itu. Yaitu dengan melengkapi kepengurusan berikut sekretariat di setiap tingkatan wilayah. Pada April tahun depan target 1.000 kader yang ditandai dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) di setiap kota/kabupaten bisa terwujud. "Saya yakin target itu bisa diwujudkan di Jabar. Apalagi pendiri PKPI, Edi Sudrajat (alm) adalah orang sunda asli. Khusus untuk Sukabumi, salah satu anggota Dewan Pimpinan Nasional PKPI adalah putra asli Sukabumi, Yusuf Kartanegara," jelas Suratman.(dyl) |
| Fraksi Golkar Desak Andri Maju Jadi Balon Walikota Posted: 14 Oct 2011 03:38 AM PDT Cikole – Partai Golkar boleh saja belum menentukan figur bakal calon yang nanti akan diusung pada pemilukada 2013. Namun demikian, sosok Ketua DPD Partai berlambangkan beringin, Andri Hamami ini, nampaknya bakal menjadi kekuatan sediri bagi internal partai. Perhitungan tersebut dilihat dari desakan kader dan petinggi golkar yang menginginkan Andri untuk duduk sebagai F1 di Kota Sukabumi mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Sukabumi, Heniel Elia. Menurutnya, Andri harus berangkat untuk menjadi pemenang dalam pemilukada mendatang. "Kader dan petinggi Golkar lainnya sudah menyatakan, kalau Andri harus maju pada pemilukada 2013 mendatang. Apalagi, Golkar harus melanjutkan tradisi menjadi pemenang," ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi, kemarin (13/10).Dari segi persyaratan, Heniel mengatakan Andri sudah memenuhi semua kriteria baik itu secara internal partai, ataupun secara eksternal seperti yang sering diungkapkan oleh para pengamat politik. "Tidak ada yang diragukan dari sosok Andri. Dia (Andri,red) sudah memiliki semua persyaratan," sambungnya. Secara hitung-hitungan matematis pun, Partai Golkar nampaknya tidak akan sulit menghadapi pemilukada mendatang. Ini dilihat dari jumlah kursi di DPRD Kota Sukabumi. Dengan jumlah lima kursi, membuat Parti Golkar mendapatkan tiket langsung untuk bisa mengusung calon pada pemilukada nanti.Melihat hal itu, Partai Golkar optimis bisa kembali melanjutkan kemenangannya dalam pemilukada mendatang. Apalagi, dengan modal dan kekuatan yang dimiliki partai. "Kami optimis akan kembali melanjutkan tradisi pemenang," tegasnya.(rp4) |
| You are subscribed to email updates from Politisi Sukabumi To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar